Cool Blue Outer Glow Pointer

Pages

See more at: http://www.aak-share.com#ixzz3UbREZw6q

Kamis, 20 Desember 2012

Ini puisi yang dibuat untuk tugas mapel matematika waktu SMA kelas XII :D

Mengenalmu jauh lebih sulit dari Matematika
Dengan jawaban yang tak pasti
Juga tahapan yang tak menentu
Aku menyukaimu
Dari sedikit perhatian yang kau refleksikan
Dan candaan ringan yang kau pantulkan lewat cermin pertemanan kita
Aku tahu rasamu untukku sama besar seperti sudut-sudut segitiga samasisi
Tapi saat ku datang, hatimu sudah tidak lagi cos 90o
Hatimu telah bersinggungan dengan titik lain
Kurva anganku lambat laun menurun
Menuju ke titik minimum
Aku menunggu dan tetap berimajiner
Dan ketika titik itu tidak lagi menyinggungmu
Terbesit sedikit harapan untuk mensubstitusikannya
Mengeliminasi setiap luka yang kau rasa
Menjadi sebuah cinta yang sederhana
Dan ternyata Tuhan merealkan doa kita
Menjadi Sin2α+ Cos2α
Kita lalui fungsi di depan mata
Membuat persamaan dan prinsip logika dalam pemecahan masalah
Serta membebaskan syarat dalam logaritma cinta kita
Itu semua menjadi kaidah tanpa transformasi
karena ku yakin kamu adalah angka 1 di hati
Tak peduli akar dan kuadrat akan mendefinisikanmu
Kau akan tetap menjadi 1
Selalu...

Rabu, 19 Desember 2012

Perkenalkan band baru asal Sydney, Australia yang bernama Tonight Alive dan beranggotakan Jenna McDougall (vocal) , Whakaio (gitar), Matt Best (drum), Jake Hardy (gitar) dan Cameron Adler (bass). Tonight Alive mengusung genre Pop Punk sebagai aliran bermusiknya. Dengan hadirnya Jenna sebagai vokalis dan genre yang diusung adalah Pop Punk, kerap kali Tonight Alive dibanding-bandingkan dengan Paramore. Sejauh ini Tonight Alive sudah merelease 1 buah EP yang berjudul Consider This dan 1 buah album berjudul All Shapes and Disguises dibawah indie label serta merelease sebuah album terbaru berjudul Why Are You So Scared Of? dibawah sebuah major label.
Official Site-nya Tonight Alive yaitu http://www.tonightaliveofficial.com


Berikut ini beberapa list lagu dari Tonight Alive.
What Are You So Scared Of? 
Release date: 14 October 2011
01. Eject, Eject, Eject! 
02. Breaking & Entering 
03. Starlight 
04. Sure As Hell 
05. Let It Land 
06. Fake It 
07. Listening 
08. Reason To Sing 
09. Safe & Sound 
10. Thank You & Goodnight 
11. Amelia 
12. In The First Place 
13. To Die For 
14. What Are You So Scared Of?




Starlight
Release date: 01 July 2011 
01. Starlight
















Consider This
Release date: 12 November 2010 
01. Revenge And It's Thrills
02. Five Years
03. Thankyou And Goodnight














All Shapes & Disguises
Release date: 15 June 2010 
01. To Die For
02. Invincible
03. Wasting Away
04. Closer
05. My Favourite Thing
06. Ten Times Better
07. Rooftop To The Street
08. In My Eyes
09. Bonus Digital Only Acoustic Track
I need a time machine... 

Nafasnya berembun setiap kali ia menghembuskan nafas di udara yang dingin. Payungnya menghalangi tubuhnya basah dari gerimis salju yang mulai menutupi pohon-pohon dan jalan di sekitarnya dengan mantel putih. Tiffany hanya berjalan di taman tanpa arah. Ia bahkan tidak tahu mengapa kakinya membawanya ke sini lagi.

Mungkin karena di sini, ia bisa menangis dan menumpahkan segalanya emosinya tanpa takut akan ada yang mengatakan bahwa ia adalah gadis yang bodoh. Tidak akan ada yang protes di taman yang hening dan bisu ini.

Ya, tempat ini, tempat pria itu selalu membawanya tiap kali Tiffany merasa terpuruk. Tiap kali air matanya menggenang dan hatinya terasa diinjak- injak. Pria itu akan mengajaknya ke sini. Dan untuk sesaat dunia terasa hanya milik mereka berdua. Hanya Tiffany dan lelaki bernama Vino. Meskipun sekarang, air matanya harus ia hapus dengan tangannya sendiri.

“Vin, Vino… ja-jangan bercanda…”
Apa dia tidak salah dengar? Apa lelaki di hadapannya itu sedang bermain-main dengannya? Vino menurunkan pandangannya.
“Aku tidak bercanda, Fany. Aku harus pergi. Dan sudah saatnya kita jalan sendiri-sendiri.”

Tangan Tiffany bergetar ketika ia mengulurkannya ke arah Vino, ia masih ingin memastikan bahwa Vino masih akan menggenggam tangannya lagi.
“Vino… bukankah kita akan selalu bersama? Bukankah kau bilang kau akan selalu menggenggam tanganku ketika aku menggapaimu? Kau tidak akan meninggalkanku sendiri kan? Raih tanganku, Vino…”
Vino menatap uluran tangan Tiffany dengan tatapan yang tak terbaca. Namun tak sekalipun ia meraihnya.

“RAIH TANGANKU VINO. AKU TAHU KAU TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKANKU! IYA KAN? SEMUA ITU HANYA BOHONG KAN?”
Teriakan putus asa Tiffany larut bersama air matanya yang mulai jatuh satu persatu. Sementara itu Vino masih tidak bergeming, ekspresinya mengatakan bahwa lelaki itu juga tersakiti tetapi tak ada yang bisa dia lakukan.
“Maaf… Maafkan aku…”
bisik Vino lembut dengan suara yang ingin pecah.

Tiffany melangkah mundur tak percaya, ia menatap Vino dengan matanya yang melebar. Rasa takut kini menyelimuti dirinya ketika gambaran ia harus sendiri lagi terbayang di pikirannya. Hanya Vino satu-satunya yang ia miliki, hanya Vino yang bisa ia percayai, hanya Vino yang ia tahu tulus mencintainya. Dan Tuhan kini juga ingin mengambil Vino darinya?

“Tidak… Tidak, Vino… Aku mohon… Jangan pergi. Aku tidak mau sendiri lagi. Aku mohon…”
rintihnya sambil bergelinang air mata. Seluruh tubuh Tiffany bergetar karena ketakutan.
“Tapi aku harus Fany. Jaga dirimu baik- baik. Aku yakin kau bisa hidup tanpaku.”

Ketika punggung Vino berbalik menghadapnya, ia tahu bahwa dirinya akan kehilangan Vino untuk selamanya. Sementara tak ada yang bisa ia perbuat untuk merubah itu sama sekali. Tiffany jatuh berlutut sambil terisak ketika Vino sudah tak lagi terlihat di taman itu. Tangisannya berlangsung hingga ia tak tahu sudah berapa lama lagi.

Berbulan-bulan semenjak itu sampai sekarang, ia tidak tahu alasan mengapa Vino memutuskan hubungan
dengannya. Ia tidak berhasil mendapat jawaban mengapa dia tiba-tiba harus pergi. Menanyakan pada taman ini pun percuma. Mereka hanyalah saksi bisu. Dan Vino akan tetap menjadi misteri dan kenangan paling berharga yang akan terus tinggal dalam lubuk hatinya.

Seandainya saja ia punya mesin waktu yang bisa membawanya kembali, seandainya. Jika saja ia kembali ke waktu itu, ia ingin menanyakan kenapa. "Apakah karena aku yang salah?" Bukannya terpaku dan menangis melihat punggung Vino perlahan-lahan menjauh.

Mungkin dengan begitu ia akan bisa melangkah lebih maju. Jika saja ia mendapatkan jawabannya.
Long long time ago
There was a family
A little family
Had a little sweet daughter
Generous and humorous
They lived happily
They lived happily

Everything was just perfect
Just like the other tales
The goods and the evils
And the fairies
Don't forget the dwarfs

One day
The problem came
A monster of hell broke their home
Stole their happiness
And kidnapped that woman
Blood in everywhere

Why was it?
Why did the evil won and there was no hero to save the family?
The broken family

What should I do?
I just read the book and had no magic to help the family
The broken family

Seventeen years later
I saw that man
Cursed at the wind
With knife in his hand
He cried out loud
In other land
I saw that woman
She was in a bar
With whiskey in her hand
She laughed out loud
But where is their little girl now?
Do you know?
A twelve years old girl she is all alone
Another victim of a broken home
Not many friends to help him through
His mother's girlfriends not helping too
A sick little girl with a sick fucking life
Settle down someday with a similar sick husband
Blood on his hands
Now she's eighteen years old
Finds out what its like to be beaten cold
From that day on she pushes back
She'll fight 'em all, yellow white or black
Just another victim of a broken home!
Surrounded by assholes
Yeah she's all alone
Nobody needs a broken home
Nobody needs a broken home
Tak ada lagi kamu yang memenuhi kotak inbox di handphone-ku. Tak ada lagi sapamu sebelum tidur yang membuncah riuh di telingaku. Tak ada lagi genggaman tanganmu yang menguatkan setiap langkahku. Tak ada lagi pelukanmu yang meredam segala kecemasan. Tanpamu... semua berbeda dan tak lagi sama. Aku membuka mata dan berharap hari- hariku berjalan seperti biasanya, walau tanpamu, walau tak ada kamu yang memenuhi hari-hariku.

Seringkali aku terbiasa melirik ke layar handphone, namun tak ada lagi ucapan selamat pagi darimu dengan beberapa emote kiss yang memasok energiku. Pagi yang berbeda. Ada sesuatu yang hilang. Lalu, aku menjalani semua aktivitasku, seperti biasa, kamu tentu tahu itu. Dulu, kamu memang selalu mengerti kegiatan dan rutinitasku. Namun, sekarang tak ada lagi kamu yang berperan aktif dalam siang dan malamku. Tak ada lagi pesan singkat yang mengingatkan untuk menjaga pola makan ataupun menjaga kesehatan. Bukan masalah besar memang, aku mandiri dan sangat tahu hal-hal yang harusnya aku lakukan. Tapi... entah mengapa aku seperti merasa kehilangan, tanpa pernah tahu apa yang telah hilang. Aku seperti mencari, tanpa tahu apa yang telah kutemukan.

Rasa ini begitu absurd dan sulit untuk dideskripsikan. Kamu membawa jiwaku melayang ke negeri antah-berantah, dan mengasingkan aku ke dunia yang bahkan tak kuketahui. Aku bercermin, memerhatikan setiap lekuk wajahku dan tubuhku. Aku tak mengenal sosok di dalam cermin itu. Tak ada aku dalam cermin yang kuperhatikan sejak tadi. Aku berbeda dan tidak lagi mengenal siapa diriku. Seseorang yang kukenal di dalam tubuhku kini menghilang secara magis setelah kepergian kamu. Kamu merampas habis cinta yang kupunya, melarikannya ke suatu tempat yang sulit kujangkau. Entah di mana aku bisa menemukan diriku yang telah hilang itu. Entah bagaimana caranya mengembalikan sosok yang kukenal itu ke dalam tubuhku. Aku kebingungan dan kehilangan arah. Ingin rasanya aku melempari segala macam benda agar bisa memecahkan cermin itu. Agar aku tak bisa lagi melihat diriku yang tak lagi kukenal. Agar aku tak perlu menyadari perubahan yang begitu besar terjadi setelah kehilangan kamu.

Aku bisa berhenti memercayai cinta jika terlalu sering tenggelam dalam rasa frustasi seperti ini. Aku mungkin akan berhenti memercayai lawan jenis dan segala janji- janji tololnya. Siksaanmu terlalu besar untukku, aku terlalu lemah untuk merasakan semua rasa sakit yang telah kau sebabkan.

Bagaimana mungkin aku bisa menemukan yang lebih baik jika aku pernah memiliki yang terbaik? Bagaimana mungkin aku bisa menemukan seseorang yang lebih sempurna jika aku pernah memiliki yang paling sempurna? Aku benci pada perpisahan. Entah mengapa dalam peristiwa itu harus ada yang terluka, sementara yang lainnya bisa saja bahagia ataupun tertawa. Kamu tertawa dan aku terluka. Kita seperti saling menyakiti, tanpa tahu apa yang patut dibenci. Kita seperti saling memendam dendam, tanpa tahu apa yang harus dipermasalahkan.

Aku menangis sejadi-jadinya, sedalam- dalamnya, atas dasar cinta. Kamu tertawa sekeras-kerasnya, sekencang-kencangnya, atas dasar... entah harus kusebut apa. Aku tak pernah mengerti jalan pikiranmu yang terlampau rumit itu. Aku merasa sangat kehilangan, sementara kamu dalam hitungan jam telah menemukan yang baru. Bagaimana mungkin aku harus menyebut semua adalah wujud kesetiaan? Begitu sulitnya aku melupakanmu, dan begitu mudahnya kamu melupakanku. Inikah caramu menyakiti seseorang yang tak pantas kau lukai?

Jam berganti hari, dan semua berputar... tetap berotasi. Aku jalani hidupku, tentu saja tanpa kamu. Kamu lanjutkan hidupmu, tentu saja dengan dia. Aku tak menyangka, begitu mudahnya kamu menemukan penganti. Begitu gampangnya kamu melupakan semua yang telah terjadi. Aku hanya ingin tahu isi otakmu saja, apa kamu tak pernah memikirkan mendung yang semakin menghitam di hatiku? Atau... mungkin saja kamu tak punya otak? Atau tak punya hati?

Tak banyak hal yang bisa kulakukan, selain mengikhlaskan. Tak ada hal yang mampu kuperjuangkan, selain membiarkanmu pergi dan tak berharap kamu menorehkan luka lagi. Aku hanya berusaha menikmati luka, hingga aku terbiasa dan akan menganggapnya tak ada. Kepergianmu yang tak beralasan, kehilangan yang begitu menyakitkan, telah menjadi candu yang kunikmati sakitnya. Aku mulai suka air mata yang seringkali jatuh untukmu. Aku mulai menikmati saat- saat napasku sesak ketika mengingatmu. Aku mulai jatuh cinta pada rasa sakit yang kau ciptakan selama ini.

Terimakasih untuk 20.01.2012.
Untuk pouch Liverpoolnya.
Untuk semua nasihat, saran, omelan, dan perhatiannya.
Dan untuk Lukanya 30-07-2012...
Terimakasih INF. :'))
 
Copyright (c) 2010 Arianti Nurlita Wardani. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.