Mengenalmu jauh lebih sulit dari Matematika
Dengan jawaban yang tak pasti
Juga tahapan yang tak menentu
Aku menyukaimu
Dari sedikit perhatian yang kau refleksikan
Dan candaan ringan yang kau pantulkan lewat cermin pertemanan kita
Aku tahu rasamu untukku sama besar seperti sudut-sudut segitiga samasisi
Tapi saat ku datang, hatimu sudah tidak lagi cos 90o
Hatimu telah bersinggungan dengan titik lain
Kurva anganku lambat laun menurun
Menuju ke titik minimum
Aku menunggu dan tetap berimajiner
Dan ketika titik itu tidak lagi menyinggungmu
Terbesit sedikit harapan untuk mensubstitusikannya
Mengeliminasi setiap luka yang kau rasa
Menjadi sebuah cinta yang sederhana
Dan ternyata Tuhan merealkan doa kita
Menjadi Sin2α+ Cos2α
Kita lalui fungsi di depan mata
Membuat persamaan dan prinsip logika dalam pemecahan masalah
Serta membebaskan syarat dalam logaritma cinta kita
Itu semua menjadi kaidah tanpa transformasi
karena ku yakin kamu adalah angka 1 di hati
Tak peduli akar dan kuadrat akan mendefinisikanmu
Kau akan tetap menjadi 1
Selalu...

0 komentar:
Posting Komentar